Purnama di bulan Juni
Menerangi malam yang gelap
Di saat sebagian besar orang terlelap
Hingga di waktu pagi kau masih bersinar
Walau sinarmu harus di kalahkan sinar mentari
Purnama di bulan Juni
Sekali-kali lihatlah diri ini
Yang selalu diuji sepanjang hidupku
Sebagai hakikat dari kehidupan
Dari yang menciptakan dirimu
Dan memberikanmu sinar terang
Purnama di bulan Juni
Membenamkan diri di ufuk barat
Namun segala ujian hidupku belum terbenam
Masih terus silih berganti
Seperti siang dan malam
Walau diriku tau
Kau tak selalu menerangi malam
Hanya sebulan sekali dirimu ada
Tak seperti ujian hidup ini
Yang selalu ada hingga akhir hidupku
Jika kita menerima cobaan yang berat bukan berarti hidup kita sudah tidak ada artinya lagi. Tetapi itu adalah kesempatan kita untuk berbuat yang lebih baik dari yang sebelumnya.
Sabtu, 14 Juni 2014
Rabu, 28 Mei 2014
Semua Telah Berbeda
Dingin udara pagi ini
Mengingatkanku kepada saat pertama kita berjumpa
Terasa dingin menembus tulangku
Seperti cintamu yang menembus hati ini
Cerah udara pagi ini
Secerah saat cinta ini terlahir untukmu
Sebening wajahmu
Yang dulu memikat hati ini
Namun...
Semua telah berbeda
Walau dingin dan cerah pagi ini terasa sama saja
Karena cintamu yang telah lama pergi
Sudah langsir ke lain hati
Kau pergi begitu saja
Saat hati ini masih membutuhkanmu
Kau tinggalkan luka parah di hati ini
Namun kau tak pernah tau
Tidak peduli sedikit pun
Dan kau menjauh tanpa rasa menyesal
Jika memang kau pergi karena kesalahanku
Aku mohon maaf darimu
Dan aku akan memaafkanmu
Namun semua itu takkan membuatmu kembali
Bila kau anggap ini yang terbaik
Aku terima walau aku harus kecewa
Trian Anugrah
29-05-2014
Mengingatkanku kepada saat pertama kita berjumpa
Terasa dingin menembus tulangku
Seperti cintamu yang menembus hati ini
Cerah udara pagi ini
Secerah saat cinta ini terlahir untukmu
Sebening wajahmu
Yang dulu memikat hati ini
Namun...
Semua telah berbeda
Walau dingin dan cerah pagi ini terasa sama saja
Karena cintamu yang telah lama pergi
Sudah langsir ke lain hati
Kau pergi begitu saja
Saat hati ini masih membutuhkanmu
Kau tinggalkan luka parah di hati ini
Namun kau tak pernah tau
Tidak peduli sedikit pun
Dan kau menjauh tanpa rasa menyesal
Jika memang kau pergi karena kesalahanku
Aku mohon maaf darimu
Dan aku akan memaafkanmu
Namun semua itu takkan membuatmu kembali
Bila kau anggap ini yang terbaik
Aku terima walau aku harus kecewa
Trian Anugrah
29-05-2014
Air Mataku Sia-sia :'(
Harus berapa lagi ku teteskan air mataku untukmu?
Walau kota ini terbenam oleh air mataku
Kau tidak akan pernah peduli denganku lagi
Dengan perasaan ini...
Semuanya terasa percuma
Terbuang sia-sia begitu saja
Hanya kata maaf yang kau ucapkan
Dan kau pun pergi meninggalkanku sendiri
Tanpa senyumanmu yang memang sudah bukan untukku
Karena sudah menjadi miliknya
Ku sadari semua itu, walau sulit menerima kenyataan
Mungkin karena cinta ini terlalu dalam
Hingga dalam pula luka yang aku rasakan
Sungguh sakit aku rasakan
Biarlah ini mendarah daging dalam ragaku
Sampai nanti, sampai aku mati
Pergilah dan bahagia bersamanya
Ku kan mencari bahagiaku sendiri
Trian Anugrah
29-05-2014
Walau kota ini terbenam oleh air mataku
Kau tidak akan pernah peduli denganku lagi
Dengan perasaan ini...
Semuanya terasa percuma
Terbuang sia-sia begitu saja
Hanya kata maaf yang kau ucapkan
Dan kau pun pergi meninggalkanku sendiri
Tanpa senyumanmu yang memang sudah bukan untukku
Karena sudah menjadi miliknya
Ku sadari semua itu, walau sulit menerima kenyataan
Mungkin karena cinta ini terlalu dalam
Hingga dalam pula luka yang aku rasakan
Sungguh sakit aku rasakan
Biarlah ini mendarah daging dalam ragaku
Sampai nanti, sampai aku mati
Pergilah dan bahagia bersamanya
Ku kan mencari bahagiaku sendiri
Trian Anugrah
29-05-2014
Selasa, 27 Mei 2014
Kata Mutiara 1
Mengalah bukan berarti kalah, justru dengan mengalah, suatu saat kita akan mempunyai senjata untuk menyadarkan kesalahan seseorang
Langganan:
Komentar (Atom)